Profil

MAGISTER (S2)


Program Magister Ilmu Komunikasi didirikan pada tahun 1982. Pada saat itu masih merupakan kekhususan dari Program Magister Ilmu Sosial. Pada tahun 1994 dilakukan pengembangan program, yaitu dengan mengadakan program kekhususan Magister Manajemen Komunikasi, yang lebih bersifat terapan serta terfokus pada segi manajemen dalam industri media dan informasi. Perkuliahan dilaksanakan di Kampus Salemba, tepatnya di Gedung IASTH lantai 6 (di belakang gedung Rektorat lama). Untuk lulus dari program ini mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tesis, dengan bobot keseluruhan sebesar 45 SKS.

Program Magister Ilmu Komunikasi memiliki dua kekhususan, yaitu:
  1. 1. Kelas Magister Ilmu Komunikasi atau kelas regular (fokus studi pada media and communication studies).
  2. 2. Kelas Manajemen Komunikasi (fokus studi pada manajemen media, manajemen komunikasi promosi dan pemasan, manajemen komunikasi korporasi dan manajemen komunikasi politik).

* Kelas Regular dilaksakan pada pagi hari, sedangkan Kelas Manajemen Komunikasi dilaksanakan pada malam hari.

 

DOKTORAL (S3)


Program Doktoral angkatan pertama diadakan pada tahun 1982. Pada saat itu, perkuliahan diadakan secara tidak terstruktur. Sejak tahun 1993, Program Doktoral mulai diadakan secara terstruktur.

Pendidikan jenjang S3 ini diadakan sebagai upaya dalam bidang pendidikan dan penelitian, yakni:
  1. 1. Pendidikan: guna mengembangkan pemahaman kritis terhadap perspektif, teori dan metodologi ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi, khususnya dalam konteks perubahan sosial menuju masyarakat industri komunikasi dan informasi.
  2. 2. Penelitian: untuk mengembangkan ilmu pengetahuan komunikasi yang relevan tidak saja dalam konteks nasional tetapi juga regional dan global.

Pendidikan tingkat Doktoral disusun sedemikian rupa, dengan harapan bahwa seseorang dengan kualifikasi tertentu akan menjadi pendidik dan peneliti yang mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran teoritis baru yang tidak saja signifikan dalam konteks lingkup perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia, tetapi juga dalam konteks perkembangan ilmu komunikasi pada komunitas akademisi internasional. Mahasiswa Doktoral harus mengikuti perkuliahan tatap muka dan menyusun disertasi. Jumlah SKS yang harus diambil adalah 50 SKS.

 

DOSEN PROGRAM PASCASSARJANA DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI


Staf Pengajar Tetap dan Tidak Tetap

  1. 1. Prof. M. Alwi Dahlan, MA , Ph.D., Stanford University, University of Illinois,
  2. 2. Prof. DR. Harsono Suwardi MA, Universitas Indonesia, Cornell University
  3. 3. Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D., Ohio State University
  4. 4. Prof. DR. Bachtiar Aly, MA, Westfaeliche Wilhelms Universitaet – Munster 
  5. 5. Prof. DR. Ilya Revianti Sunarwinadi, Universitas Indonesia
  6. 6. Prof. DR. Zulhasril Nasir, MSi. University of Penang, Malaysia
  7. 7. Prof. DR. Ibnu Hamad, Universitas Indonesia
  8. 8. Prof. DR. T.M. Soerjanto Poespowardojo, University of Angelicum, Rome
  9. 9. Prof. DR. Martani Huseini, Paris Sorbonne IC (CELSA)
  10. 10. Prof. DR. Paulus Wirutomo, MSc., State University of New York - Albany
  11. 11. Prof. DR. Ferdinand Saragih, MA, Universitas Indonesia, Birmingham University
  12. 12. Prof. Andre Hardjana, Ph.D., University of Wisconsin – Madison
  13. 13. Prof. DR. Alois Agus Nugroho, Leuven University
  14. 14. DR. Arintowati Hartono Handoyo, Universitas Indonesia
  15. 15. DR. Pinckey Triputra, MSc. Universitas Indonesia, Valdosta State University
  16. 16. DR. Billy K. Sarwono Atmonobudi, MA., Universitas Indonesia, University of Wisconsin
  17. 17. DR. Ade Armando, MS, Univeritas Indonesia, Florida State University
  18. 18. DR. Irwansyah, MA, Universitas Indonesia, University of Hawaii
  19. 19. DR. Effy Rusfian, MSi, Universitas Indonesia
  20. 20. DR. Ishadi S.K., MSc., Universitas Indonesia, Ohio University
  21. 21. DR. Udi Rusadi, MS, Universitas Indonesia
  22. 22. DR. Haryatmoko, Universitas Sorbonne-Paris IV
  23. 23. DR. Nia Sarinastiti, MA,  Universitas Indonesia, University of Colorado – Boulder
  24. 24. DR. Sunarto, MSi, Universitas Indonesia
  25. 25. Raphaela Dwianto Dewantari, PhD. Tohoku University
  26. 26. DR. Risa Permanadeli, Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS), Paris
  27. 27. DR. Aime Darwis
  28. 28. Hanneman Samuel, PhD., Monash University
  29. 29. Drs. Eduard Lukman, MA., University of Hawaii
  30. 30. Drs. J.F. Warrouw, MA, Universitas Indonesia, Ohio State University
  31. 31. Drs. Johannes Sutoyo, MA.,  Kent University, Universitas Indonesia
  32. 32. DR. Ir. Firman Kurniawan Sujono, MSi. Universitas Indonesia
  33. 33. Dra. Anne Suryani, MSi., Universitas Indonesia
  34. 34. Ir. Juli Bestian Nainggolan, MSi. Universitas Indonesia
  35. 35. Dra. Yanti B. Sugarda MA., Universitas Indonesia
  36. 36. DR. C. Nina Handoko, MA, MSc., Boston College, Boston University
  37. 37. DR. Dorien Kartikawangi, MSi, Universitas Indonesia
  38. 38. Drs. Risang Rimbatmaja, MSi, Universitas Indonesia
  39. 39. Dra. Ummi Salamah, MSi, Universitas Indonesia